#BookReview : Si Raja Hutan Kepulauan Indonesia

by - 7:03 AM



Buku Anak : Usul Sang Landak

Judul Buku       : Usul Sang Landak
Penulis             : -
ISBN               : -
Penerbit           : Pustaka Daffa
Editor              : -
Desain Cover   : -
Layout Isi        : -
Tanggal Terbit : -
Harga              : IDR 10.000
Tebal              : 32 halaman

Buku ini bercerita tentang perebutan kekuasaan antara Gajah Sang Penguasa Pulau Sumatera dan Beruang Sang Penguasa Pulau Kalimantan. Gajah hendak memperluas area kekuasaannya ke Pulau Kalimantan, sehingga ia mengutus seekor kelinci untuk menyampaikan maksudnya kepada Beruang. Beruang menghadapi dilema antara tidak ingin menyerahkan wilayahnya dan tidak ingin terjadi peperangan.

Ketika Beruang sedang kalut, datanglah seekor Landak tua, ia menyarankan Beruang untuk mengirimkan burung sebagai pernyataan bahwa mereka tidak mau tunduk kepada Gajah. Namun tidak hanya membawa pesan, Burung-burung itu sekaligus membawa duri-duri Landak dan menyampaikan kepada Gajah bahwa duri duri itu adalah bulu-bulu dari para raja di Pulau Kalimantan. Setelah mengetahui hal itu, Gajah akhirnya membatalkan keinginannya untuk menguasai Pulau Kalimantan.

Buku yang mengangkat tema dunia binatang dengan latar belakang berada di kepulauan Indonesia memberikan kisah yang menarik. Tentunya, sesuai dengan segmentasi pembacanya yaitu anak-anak. Selain itu, buku ini menggunakan dua bahasa (bilingual), yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Adanya bilingual ini memberikan nilai lebih karena anak-anak sekaligus dikenalkan dengan bahasa Inggris.

Bahasa Indonesia yang digunakan sudah sesuai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Alur cerita yang dibangun dapat dipahami dengan jelas. Begitupun penokohan dalam cerita ini, dibentuk sesuai dengan karakter asli para binatang, seperti Gajah dan Beruang yang berperan sebagai raja karena dalam dunia nyata mereka termasuk kategori binatang liar, tangguh dan kuat.

Saya pikir, kedua binatang ini dipilih sebagai raja pulau pulau tersebut mungkin karena binatang ini adalah binatang khas pulau tersebut. Saya ingat bahwa Beruang Madu menjadi icon kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Selain itu, kota Balikpapan menjadi tempat konservasi beruang madu yang populasinya hampir punah di Indonesia. Namun, pemikiran saya ini masih belum diverifikasi, karena saya pun belum melakukan riset tentang hal ini. Ini semacam pemikiran random. *Hehehe*

salah satu halaman dari buku tersebut

Oke, mari kita lanjutkan … cover yang digunakan adalah jenis softcover, sedangkan kertas yang digunakan dalam buku ini adalah jenis kertas licin dan mengkilap (saya kurang tahu nama kertas jenis ini). Porsi gambar yang lebih banyak dari tulisan, dapat menarik perhatian anak terutama anak-anak usia TK-SD Kelas 2. Selain itu, untuk anak-anak yang belum mahir membaca pun, buku ini akan menarik perhatian mereka.

Namun sayangnya, buku ini tidak dilengkapi dengan berbagai identitas buku. Seperti yang saya tulis di identitas buku, hanya itulah data yang terdapat dalam bukunya, sangat disayangkan memang. Ilustrasi gambar yang disajikan dalam buku ini saya rasa kurang selaras dengan teks/tulisan yang ada pada setiap halamannya. Bila dibandingkan dengan genre serupa terbitan DAR! MIZAN, buku ini masih belum bisa menyamai.

Beberapa tulisan percakapan dalam buku ini seringkali tidak diiringi dengan keterangan siapa yang berkata, bertanya atau menjawab. Jika tidak mengikuti alur percakapannya kemungkinan pembaca akan kesulitan memahami tokoh mana yang mengucapkan hal itu. Terlebih lagi jika pembacanya adalah anak-anak yang baru lancar membaca.


Terlepas dari berbagai kekurangannya, buku ini cukup layak untuk dijadikan bacaan anak-anak. Mengingat banyaknya porsi gambar dibandingkan tulisannya. Selain itu, alur ceritanya yang mudah dipahami. Buku ini sangat tepat untuk anak-anak usia 5-6 tahun atau anak-anak yang baru lancar membaca. Saya berikan nilai 3,5 bintang dari 5 bintang untuk buku ini. (^.^)

Bandung, 290216

You May Also Like

0 komentar

©